APAKAH AI AKAN MENGGANTIKAN PERAN GURU?

Oleh : Happy Ladies Sitompul Mahasiswa Magister Administrasi Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana
Redaksi

jurnalpemerintahan.com - Perkembangan kecerdasan buatan (AI) kini semakin merambah dunia pendidikan. Di tengah pesatnya kemajuan teknologi, muncul sebuah pertanyaan yang menarik perhatian: mungkinkah AI suatu saat mengambil alih peran guru di ruang kelas?

Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam beberapa tahun terakhir telah membawa perubahan besar dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidikan. Teknologi AI kini mampu membantu mencari informasi, membuat rangkuman, menghasilkan materi pembelajaran, memberikan latihan soal, hingga memberikan penjelasan dalam waktu singkat. Kehadiran teknologi tersebut kemudian menimbulkan kekhawatiran sekaligus pertanyaan di kalangan Masyarakat apakah guru masih dibutuhkan ketika AI mampu memberikan jawaban dan membantu proses belajar siswa? Pertanyaan tersebut menjadi semakin relevan karena pemerintah Indonesia mulai memberikan perhatian serius terhadap pemanfaatan AI dalam pendidikan. Pada 12 Maret 2026, pemerintah menetapkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tujuh menteri mengenai pedoman pemanfaatan dan pembelajaran teknologi digital serta kecerdasan artifisial di jalur pendidikan formal, nonformal, dan informal.

AI Membantu, Bukan Menggantikan

Meskipun kemampuan AI terus berkembang, pemerintah menegaskan bahwa teknologi tersebut tidak dimaksudkan untuk menggantikan guru. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa AI harus ditempatkan sebagai alat pendukung pembelajaran. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berkaitan dengan penyampaian informasi, tetapi juga dengan pembentukan karakter manusia.

Dalam proses pembelajaran, guru memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar memberikan materi. Guru membimbing siswa memahami pelajaran, mengamati perkembangan mereka, memberikan motivasi, membangun karakter, serta menciptakan interaksi sosial di dalam kelas. AI mungkin dapat menjawab pertanyaan siswa dalam hitungan detik. Namun, teknologi tidak dapat sepenuhnya menggantikan hubungan manusiawi yang terbentuk antara guru dan peserta didik.

Tantangan Baru bagi Guru

Kehadiran AI bukan berarti guru dapat mengabaikan perkembangan teknologi. Justru sebaliknya, guru dituntut untuk semakin mampu memahami dan memanfaatkan teknologi secara bijak. Kemendikdasmen juga telah mendorong peningkatan kemampuan pendidik dalam menggunakan AI untuk pembelajaran. Guru dapat memanfaatkan AI untuk membantu menyiapkan materi, mencari ide kegiatan pembelajaran, membuat latihan soal, atau memberikan variasi pengalaman belajar kepada siswa. Namun, penggunaan AI tetap membutuhkan pengawasan dan pertimbangan guru. Informasi yang dihasilkan AI tidak selalu benar, sehingga siswa perlu diajarkan untuk memeriksa, membandingkan, dan menilai informasi yang diperoleh.

Penelitian yang diterbitkan Direktorat Guru Pendidikan Dasar pada Juli 2026 juga menunjukkan bahwa keberhasilan penerapan AI di sekolah sangat dipengaruhi oleh kesiapan guru, dukungan sekolah, infrastruktur, dan kemampuan mengintegrasikan teknologi dengan proses pembelajaran.

Ketika Siswa Terlalu Bergantung pada AI

Di sisi lain, penggunaan AI juga menghadirkan tantangan baru bagi siswa. Kemudahan memperoleh jawaban dapat membuat sebagian siswa tergoda untuk langsung menggunakan hasil AI tanpa memahami proses berpikir di balik jawaban tersebut. Jika hal ini terus terjadi, teknologi yang seharusnya menjadi alat bantu belajar justru dapat mengurangi kesempatan siswa untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, dan mengembangkan kreativitas. Karena itu, peran guru menjadi semakin penting. Guru tidak hanya mengajarkan apa jawabannya, tetapi juga membantu siswa memahami mengapa jawabannya demikian, bagaimana cara menemukan jawaban, dan bagaimana menggunakan pengetahuan tersebut dalam kehidupan nyata.

Guru Masa Depan: Bekerja Bersama AI

Perkembangan teknologi tidak harus dilihat sebagai persaingan antara manusia dan mesin. Hubungan yang lebih tepat adalah kolaborasi. AI dapat membantu guru menghemat waktu dalam pekerjaan tertentu, sedangkan guru menggunakan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan pedagogis, memahami kondisi siswa, membangun komunikasi, dan menanamkan nilai-nilai kehidupan. Dengan demikian, tantangan terbesar bukanlah apakah AI akan menggantikan guru, melainkan apakah guru siap beradaptasi dengan perubahan zaman.

Sebuah pandangan yang disampaikan dalam forum Kemendikdasmen bahkan menekankan bahwa AI tidak akan menggantikan guru, tetapi guru yang mampu memanfaatkan AI dapat memiliki keunggulan dibandingkan guru yang tidak menguasai teknologi tersebut.

Bukan Akhir Profesi Guru

AI kemungkinan akan terus berkembang dan mengubah cara manusia belajar. Beberapa tugas guru mungkin menjadi lebih mudah dengan bantuan teknologi. Namun, pendidikan bukan hanya tentang transfer pengetahuan. Pendidikan juga tentang membentuk karakter, membangun kepercayaan diri, mengajarkan tanggung jawab, memahami perasaan peserta didik, serta memberikan teladan. Oleh karena itu, pertanyaan “Apakah AI akan menggantikan guru?” mungkin perlu diubah menjadi pertanyaan yang lebih relevan:

“Bagaimana guru dan AI dapat bekerja bersama untuk menciptakan pendidikan yang lebih baik?”

Di masa depan, guru bukanlah profesi yang harus takut terhadap AI. Guru justru perlu menjadi pengarah yang memastikan teknologi digunakan secara cerdas, etis, aman, dan tetap berpusat pada manusia.

AI dapat membantu proses pendidikan, tetapi manusia tetap menjadi tujuan utama pendidikan.

Penulis
: Redaksi
Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Hidup berdampingan dengan Artificial Intellegence Apakah sebuah kesempatan atau ancaman?

Pendidikan

Sekolah: Pabrik Penentu Masa Depan Bangsa

Pendidikan

Dorong Inovasi dan Kreativitas Mahasiswa, Prodi Pendidikan bahasa Inggris Selengerakan Lomba Video Promosi

Pendidikan

Guru Muda Progresif Gelar Diskusi Virtual Bahas Program Sekolah Rakyat

Pendidikan

Maksimalkan Bonus Demografi: Akselerasi Pendidikan sebagai Kunci Daya Saing Bangsa

Pendidikan

Menatap Masa Depan Pendidikan Indonesia, Daya Dukung Dan Tantangan