Kita hidup dalam era kemudahan informasi, tetapi kita kesulitan melihat mana informasi yang salah dan benar. Hal itu ditegaskan oleh Inang Bibelvrouw Silvana T Hutauruk dalam kotbahnya di HKBp Ampera Medan dengan Topik Minggu Teguh Berpegang Pada Kebenaran (Togu Marsitiopan Tu Hatigoran: Epesus 4;7-16), Minggu (23/08/2026). Inang Silvana Hutauruk kembali menekankan Dalam situasi ini Firman Tuhan mengingatkan kita berpegang teguh pada kebenaran Firman Tuhan agar bisa menangkan informasi yang banyak beredar dan sifatnya merusak, termasuk hoax.
Masih menurut Inang Silvana, Dalam Yesus kita satu, bersaudara tetapi harus saling mendukung, saling mengampuni. Kita semua datu derajat, manusia pendosa, dan mendapat pengampunan dari Tuhan. Kita tidak boleh saling merendahkan. Gereja adalah satu Tubuh Kristus, tetapi kita diberikan karunia karunia yang berbeda, dan karunia itu sangat tepat diberikan Yesus.
Jangan pernah merasa diri kita lebih hebat dari orang lain, dan jgn pernah merasa rendah diri dari orang lain. Talenta yang berbeda itu adalah kekuatan bagi kita untuk saling menopang. Hindari, pencegahan Sisuan bulu, agar semua berperan dalam Gereja. Gereja harus hadir menolong sesama, menguatkan sesama. Tuhan menciptakan perbedaan talenta, perbedaan karunia, agar bisa saling melengkapi, berkontribusi untuk pelayanan Tuhan, tegas Inang Silvana lagi. Mari bertumbuh menjadi Kristen yang dewasa. Mari mencari Firman Tuhan untuk membangun karakter yang berbasis pada Kristus, mengikuti kepribadian Kristus yang penuh kasih, harap Inang Silvana.
Diakhir Kotbahnya, Inang Bivr Silvana Hutauruk mengajak semua jemaat Ampera agar Berpegang teguh pada kebenaran, fundasinya adalan iman kepada Kristus. Berdoa dan baca Firman Tuhan adalah hal yang sangat penting hidup dalam kebenaran. Dengan demikian, informasi yang beredar di dengan cepat di media sosial bisa kita saring dengan baik, untuk hidup dalam kebenaran. Mari hidup jujur dalam segala hal, mulailah dalam hal hal kecil, tegas Inang Silvana mengakhiri kotbahnya.