Mari belajar dan merefleksika hubungan Paulus dengan Jemaat Filippi, di tengah keterbatasan Paulus, jemaat Filippi memberikan bantuan kepada Paulus, dan Paulus dengan segala keterbatasannya, pergumulannya mampu mengucap syukur kepada Tuhan. Hal itu ditegaskan oleh Amang Pdt. Anggiat Simanjuntak, STh saat membawakan kotbah di HKBP Ampera Medan. Dalam kotbahnya, Pdt. Anggiat mengatakan Paulus sangat mensyukuri bantuan Jemaat Filippi, Minggu (20/09/2026).
Pdt Anggiat mengatakan bahwa Paulus mensyukuri apa yang terjadi padanya dengan keterbatasannya. Paulus dari penjara belajar mencukupkan diri dan belajar mengucap syukur. Paulus tidak berkelimpahan, tetapi kekurangan, dan mampu mengucap syukur. Mari belajar mengucap syukur dalam segala keadaan, baik suka dan duka. Mengucap syukur dalam situasi yang sulit akan membangun karakter kita, harap Pdt Anggiat Simanjuntak.
Dalam kotbahnya Pdt. Anggiat menegaskan Janganlah keadaan membentuk sukacita kita. Mengucap syukur bukan hanya karena beroleh berkat. Keberhasilan harus mengajarkan kita untuk rendah hati, karena itu campur tangan Tuhan. Hari ini kita belajar, agar kehidupan kita menjadi berkat bagi sesama dan semua. Hidup yang berbuah manis dan orang lain juga terdampak baik adalah kehendak Tuhan. Jemaat Filipi mengajarkan kita, bahwa kita harus jadi berkat bagi orang lain, melalui bantuan kepada Paulus. Mari memberikan sesuatu dengan tulus, seperti kita memberikan kepada Tuhan.
Di akhir kotbahnya Pdt. Anggiat mengajak jemaat untuk meneladani Paulus, dimana Paulus berada dalam pemeliharaan Tuhan karena iman kepada Tuhan. Paulus dan jemaat Filippi punya visi yang sama (jalan bersama) untuk pemberitaan Injil. Marilah mencukupkan diri semata-mata karena itu pemberian Tuhan, tegas Pdt. Anggiat Simajuntak lagi.