Dari HKBP Sei Agul Bibelvrouw Jelita Samosir Tegaskan Keluarga Paling Utama Meletakkan Firman Tuhan Sebagai Fondasi Kehidupan

Redaksi
Redaksi
Bibelvrouw Jelita Br. Samosir Saat membawakan Kotbah Minggu Pagi di HKBP Sei Agul Medan

Firman Tuhan Sebagai Fondasi Kehidupan

Sebagai Umat Kristen, marilah kita berpegang pada Perintah Tuhan karena itulah fundasi yang paling utama dalam hidup kita, dan keluarga adalah salah satu kata kunci yang paling utama dan pertama dalam mewariskan Firman Tuhan sebagai fondasi dalam hidup kita agar kita beroleh khidma, berakal, dan bijaksana. Hal itu ditegaskan oleh Inang Bibelvrouw Jelita Br. Samosir di Kebaktian Pagi HKBP Sei Agul Medan dengan topik Minggu Berpegang Kepada Perintah Tuhan, (Minggu 1/ September/2024).

Dalam kotbahnya, Jelita Samosir mengatakan kita harus bisa belajar dari filosofi manusia yang bercermin. Manusia tanpa cermin tidak akan tahu parasnya, dan manusia tanpa nasihat, tanpa firman Allah, kita tidak tahu letak kesalahannya, tambah Inang Jelita lagi. Mengapa Kotbah Minggu ini diambil dari Kitab Ulangan? Kitab Ulangan, berarti mengulang kembali firman Tuhan untuk disegarkan kembali, Agar kita berpegang kembali hukum Tuhan, tegas Jelita Samosir.

Jelita Samosir mengatakan bahwa Tuhan mengingatkan kita untuk berpegang kepada hukum Allah, karena manusia gampang berubah. Dalam hal ini kita bisa belajar kepada bangsa Israel. Bahkan Jelita mengatakan bahwa kita sebagai Umat Kristen, haruslah pelaku Firman, dan jangan hanya pendengar. Klau kita setia kepada Firman Allah, maka bangsa lain akan hormat kepada kita. Marilah memelihara perintah Tuhan, maka kita akan hidup

Jelita Samosir mengajak semua Umat HKBP Sei Agul Kalau kita setia kepada Firman Allah, maka bangsa lain akan hormat kepada kita. Marilah memelihara perintah Tuhan, maka kita akan hidup lebih bijaksana. Jelita Samosir kembali mengatakan bahwa Ada saatnya kita susah, ada saatnya senang. Kesusahan bisa membuat manusia jatuh ke dalam dosa. Tetapi ketika hidup dalam Firman Tuhan, ancaman dan kesusahan bisa dihadapi dengan khidmat. Orang percaya kepada Tuhan ketika datang ancaman, tidak akan jatuh dan bisa bangkit. Orang yang memperoleh kebahagiaan akan selalu menganggap itu datang dari Allah dan akan jadi rendah hati.

Menjadi orang berakal Budi adalah buah dari Firman Tuhan. Mari berolah khidmat dengan cara setia kepada perintah Allah. Mari mengumandangkan kasih, kesetiaan kepada Allah, seperti yang di kemukakan oleh bangsa Israel. Di akhir Kotbahnya, mari kita wariskan kebenaran Allah kepada anak anak kita dan kita ceritakan kepada keturunan kita. Pengajaran yang pertama kepada anak anak kita yang paling utama adalah kebenaran Firman Tuhan dan ajakan untuk Berpegang Kepada Perintah Tuhan, tegas Jelita Samosir.

Penulis
: Redaksi
Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait