Jambore Bulan Oikumene Anak Sekolah Minggu (Boas) yang diadakan oleh Panitia Tahun Oikumene Inklusif Distrik X Medan-Aceh oleh Ketua Ir. Ronald Naibaho, MSi berlangsung di Christian Centre desa durin tonggal Sumatera Utara. Penanggungjawab jegiatan Desi dan Rio Br. Sihombing menyampaikan kegiatan berlangsung dari 21-23 Juli dan diikuti oleh 230 orang Anak Sekolah Minggu yang berasal dari HKBP, GKPI, GPdI, Khatolik, yang mana pesertanya ada juga anak Dhifabel.
Acara diawali dengan ibadah, sebagai liturgis Pdt. Wahyu Nolim Siregar, S.Th (Kabid Marturia Distrik X Medan-Aceh) dan pengkhotbah Pdt. Toho Sinaga, S.Th, M.Ikom (Kepala Biro Smirna HKBP).
Dalam khotbahnya yang tertulis dari Mazmur 73:1, menyampaikan bahwa Tuhan menciptakan manusia di hari terakhir dengan maksud Tuhan terlebih dahulu menyediakan kebutuhan manusia, termasuk kebutuhan Anak-anak Sekolah Minggu. Kebutuhan ini diberikan karena Tuhan mengasihi ciptaan-Nya. Dalam acara Jambore ini, Pdt. Toho menekankan kepada Anak-anak Sekolah Minggu untuk saling mengasihi dan peduli kepada sesama serta menyebarkan kebaikan. Selain itu Pdt. Toho juga mengajak Anak-anak Sekolah Minggu berbuat janji, yaitu : pertama, melalui Jambore ini saya akan suka menolong. Kedua, selama di Jambore ini saya akan suka berdamai, kiranya Tuhan menyertai aku. Dalam Ibadah, Praeses Distrik X Medan Aceh (Pdt. Henri Napitupulu, M.Th) membuka Kegiatan Jambore Sekolah HKBP Distrik X Medan Aceh, 21-23 Juli 2024.
Selesai ibadah diadakan kata sambutan oleh Penasehat Panitia Dr. R. E. Nainggolan, MM, menyampaikan semangat untuk panitia yang sudah berlelah mempersiapkan kegiatan ini dan mengucapkan terimakasih kepada praeses dan pendeta-pendeta yang mendukung kegiatan ini. Kemudian dalam sambutannya menyampaikan 3 pesan kepada Anak-anak Sekolah Minggu selama mengikuti Jambore ini, pertama harus mempunyai kawannya 10 yang baru, kedua akhir kegiatan ini Anak-anak Sekolah Minggu menanam pohon dan ketiga mencatat kesan dan pesan selama mengikuti Jambore.
Dalam pembukaan Jambore tersebut hadir juga St. Dr. Janter Napitupulu, Jadi Pane, SPd, MM, Riama G. Pasaribu, SPd, Lasni Sitorus, SE, Sekretaris Distrik Pdt. Indra A. Hutauruk, MTh., para guru sekolah minggu khususnya pendamping yang di koordinir Hendra Pardede serta perwakilan orangtua anak sekolah minggu. Selanjutnya bimbingan pastoral dari Praeses Distrik X Medan-Aceh, menyampaikan ucapan terimakasih kepada penasehat kegiatan, Panitia Tahun Oikumene Inklusif, kakak-kakak Guru-guru Sekolah Minggu dan kepada Pdt. Toho Sinaga S.Th, M.Ikom.
Praeses menyapa anak-anak sekolah minggu dengan yel-yel yaitu anak-anak Sekolah Minggu: Ringgas, burju gabe pasu-pasu. Kegiatan ini bertujuan agar-agar Anak-anak Sekolah Minggu mendapatkan pengalaman terbaru dan di kegiatan ini mengajak Anak Sekolah Minggu menjadi pribadi yang kreatif, tangguh.
Ketua Panitia Oikumene Inklusif Ir. Ronald Naibaho, MSi menyampaikan ucapan terimakasih kepada Persekutuan Guru-guru Sekolah Minggu Distrik yang menjadi kakak pendamping dan menyampaikan bahwa Anak-anak Sekolah Minggu akan dibagikan menjadi beberapa kelompok. Dalam satu kelompok ada 25 orang dan kakak pendamping. Selain itu juga beberapa hal-hal teknis yang sesuai dengan yang tertera di buku panduan yang telah dibagi. Acara selanjutnya adalah pembagian tenda, pembuatan yel-yel kelompok dan games oleh PGSMD.