Saya sangat mengapresiasi apa yang Bapak Dr. Ok Sofyan Hidayat, SE, M.Si tulis ini semoga bisa menjadi role model mengelola Perguruan tinggi kedepannya dalam hal tata kelola keuangan Pergurua tinggi menuju Good University Governance untuk akuntabilitas dan transparansi tata kelola keuangan. Hal itu ditegaskan oleh Dekan Fisipol Universitas HKBP Nommensen Medan, Dr. Drs. Nalom Siagian, MM saat menjadi penguji Eksternal S3 Prodi Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Medan atas nama OK Sifyan Hidayat dengan Promotor Prof. Dr. Ir. Darwin, MPd, Coo Promotor Prof. Dr. yuniarto Mujdisusatyo, dan Pimpinan Sidang Prof. Dr. Baharudin ST, MPd, sekretwris sidang Prof. Dr. Budi Valianto, MPd yang juga Direktur Pascasarjana, serta para penguji Prof. Dr. Aman Simaremare, Dr. Chandra Situmeang, SE, MSM, MPd, Ak, CA, dan Dr. Nalom Siagian, MM.
Dalam paparannya Ok Sofyan Hidayat mengatakan bahwa Pengelolaan keuangan PTN BLU Universitas Negeri Medan membutuhkan penguatan kemampuan mitigasi risiko karena kompleksitas proses, tuntutan akuntabilitas, dan risiko kepatuhan, pelaporan, operasional, reputasi, serta penyimpangan. Kondisi objektif menunjukkan keterbatasan pengelola keuangan dalam mengidentifikasi, menilai, merespons, mengendalikan, dan memantau risiko, sedangkan pelatihan masih administratif dan belum berbasis titik rawan proses.
Menurut Ok Hidayat Sofyan, penelitian bertujuan: (1) mendeskripsikan kondisi objektif pengelolaan keuangan; (2) mengembangkan Model Manajemen Pelatihan Berbasis Risiko RISK-TRAIN; (3) menguji kelayakan dan kepraktisan model; serta (4) menguji efektivitas model dalam meningkatkan kemampuan mitigasi risiko pengelola keuangan PTN BLU Universitas Negeri Medan. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan prosedur Borg & Gall melalui studi pendahuluan, perencanaan, pengembangan model, validasi ahli, uji coba terbatas, revisi, uji lapangan, uji lapangan operasional, finalisasi, dan diseminasi. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, studi dokumentasi, validasi ahli, angket keterlaksanaan dan kepraktisan, tugas praktik, serta tes pretest-posttest, lalu dianalisis secara deskriptif dan inferensial.
Hasil penelitian menunjukkan RISK-TRAIN bersifat sistematis, kontekstual, aplikatif, dan berorientasi transfer dengan menempatkan risiko sebagai substansi kompetensi dan prinsip pengelolaan pelatihan. Model mengintegrasikan POAC, ADDIE, Input-Process-Output-Outcome, risk governance layer, transfer, dan tindak lanjut. Model layak berdasarkan validasi ahli manajemen pendidikan 4,50, ahli manajemen risiko 4,33, dan praktisi PTN BLU 4,50.
Pada uji lapangan, keterlaksanaan mencapai 4,70 kategori sangat baik dan kepraktisan 4,65 kategori sangat praktis. Pada uji coba terbatas, skor meningkat dari 61,51 menjadi 82,94 dengan N-Gain 0,56 kategori sedang. Pada uji lapangan terhadap 30 peserta, skor meningkat dari 61,97 menjadi 81,38 dengan N-Gain 0,51 dan perbedaan signifikan (p = 0,001). Penelitian menyimpulkan bahwa RISK-TRAIN valid, praktis, terlaksana, dan efektif meningkatkan kemampuan mitigasi risiko. Secara teoretis, model mengintegrasikan manajemen pelatihan, manajemen risiko, pengendalian internal, dan transfer pelatihan; secara praktis, model menyediakan perangkat operasional adaptif untuk memperkuat tata kelola keuangan PTN BLU yang preventif, akuntabel, dan berkelanjutan, tegas Dr. Ok Sofyan Hidayat lagi