DPN PERDESA siap Deklarasi, Menentukan arah gerakan pemuda desa indonesia

Redaksi

jurnalpemerintahan.com -Jakarta, 6 Oktober 2026 â€" Dewan Pimpinan Nasional Persatuan Pemuda Desa Indonesia (DPN PERDESA)* menggelar *Konsolidasi Akbar Nasional sebagai langkah awal dalam memperkuat persatuan pemuda desa sekaligus menyatukan gagasan untuk mendorong pembangunan desa yang berbasis riset, inovasi, potensi lokal, dan keberlanjutan.

Kegiatan yang dilaksanakan di Jakarta pada *6 Oktober 2026* ini dihadiri oleh perwakilan dari 34 provinsi dan 68 etnis di Indonesia. Peserta berasal dari berbagai latar belakang dan profesi, di antaranya pemuda, mahasiswa, guru, aktivis, akademisi, wiraswasta, pengacara, pengusaha, kontraktor, serta berbagai profesi lainnya.

Konsolidasi ini juga memperlihatkan semangat kolaborasi lintas organisasi. *DPN PERDESA menghimpun dan membuka ruang kolaborasi bersama sejumlah organisasi kepemudaan dan elemen masyarakat sipil*, di antaranya organisasi yang tergabung dalam *OKP Cipayung Plus, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), serta berbagai organisasi kepemudaan dari sejumlah daerah di Indonesia.*

Salah satu tokoh pemuda yang turut hadir Sekum GMKI 2022-2024, Artinus Hulu, Menyampaikan Desa sebagai pondasi bangsa, dan berharapa Perdesa menjadi rumah bagi pemuda desa indonesia, sebagai ruang kolaborasi, inovatif, dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Selaras juga dengan sambutan tokoh perempuan sulut, Fancy yang juga merupakan wabendum Gamki, mendorong agar pemuda desa solid dan bisa bersaing di kancah nasional, sebagai agen perubahan.

Dan beberap tokoh lain yang datang antar lain, Cobyan sebagai ketua umum basudara aman, agung gumelar fungsionaris PB II.

Keterlibatan berbagai organisasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun jejaring dan memperluas gerakan pemuda desa.

DPN PERDESA memandang bahwa persoalan pembangunan desa membutuhkan kolaborasi lintas organisasi, lintas profesi, lintas daerah, serta lintas kelompok masyarakat.

Keberagaman tersebut menjadi kekuatan utama dalam konsolidasi ini. DPN PERDESA memandang bahwa pembangunan desa tidak dapat dilakukan dengan satu pendekatan yang seragam, karena setiap desa memiliki karakter, kebutuhan, potensi sumber daya alam, budaya, serta persoalan yang berbeda.

Melalui konsolidasi nasional ini, DPN PERDESA mendorong lahirnya gerakan pemuda desa yang tidak hanya berbicara mengenai persoalan desa, tetapi juga mampu menghadirkan data, riset, gagasan, inovasi, dan solusi nyatabagi kemajuan desa di seluruh Indonesia.

Pembangunan desa berbasis riset dan inovasi diharapkan dapat menjadi fondasi untuk mengoptimalkan potensi desa, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, membuka peluang ekonomi, memperkuat kemandirian masyarakat, serta mendorong desa menjadi bagian penting dari pembangunan nasional menuju *Indonesia Emas 2045*.

*Founder Persatuan Pemuda Desa Indonesia, Yukenriusman Hulu*, mengatakan bahwa konsolidasi nasional tersebut merupakan momentum untuk menyatukan pemuda dari berbagai daerah, organisasi, profesi, dan latar belakang dalam satu semangat perjuangan untuk desa.

Konsolidasi ini bukan sekadar pertemuan, tetapi merupakan langkah awal untuk menyatukan gagasan dan kekuatan pemuda desa dari Sabang sampai Merauke. Kita ingin membangun gerakan yang bekerja berdasarkan data, riset dan inovasi, sehingga setiap persoalan desa dapat dijawab dengan solusi yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Yukenriusman Hulu.

Menurutnya, keterlibatan berbagai OKP, BEM, LSM dan elemen pemuda lainnya menunjukkan bahwa pembangunan desa merupakan tanggung jawab bersama dan membutuhkan kolaborasi yang kuat.

Selaras disambut perwakilan sumatera utara Donius, DPN PERDESA tidak dibangun untuk berjalan sendiri. Kita membuka ruang seluas-luasnya bagi organisasi kepemudaan, mahasiswa, aktivis, akademisi, dunia usaha, masyarakat sipil dan berbagai elemen lainnya untuk bersama-sama memberikan kontribusi bagi desa. Perbedaan latar belakang bukan penghalang, justru menjadi kekuatan untuk melahirkan gagasan yang lebih kaya dan solutif,” ujarnya.

Begitu juga perwakilan dari kepulauan 3T April julianus, menegaskan bahwa desa memiliki potensi besar yang selama ini belum seluruhnya dikelola secara optimal. Karena itu, pemuda harus hadir sebagai bagian dari solusi dengan membawa pengetahuan, teknologi, kreativitas, kewirausahaan, serta inovasi yang dapat diterapkan sesuai dengan karakter masing-masing desa.

Kita tidak ingin pemuda desa hanya menjadi penonton dalam pembangunan. Pemuda harus menjadi subjek, penggerak sekaligus pelopor perubahan di desa. Dari desa kita membangun Indonesia, dan dari pemuda desa kita menyiapkan masa depan bangsa,” tegasnya.

Yukenriusman Hulu, menegaskan Konsolidasi Akbar Nasional ini juga menjadi *tahap awal menuju Deklarasi Nasional DPN Persatuan Pemuda Desa Indonesia* yang dalam waktu dekat akan dilaksanakan. Deklarasi tersebut akan menjadi momentum penting untuk mempertegas arah perjuangan, visi, misi, serta komitmen PERDESA dalam membangun jejaring pemuda desa secara nasional.

Dengan semangat persatuan dalam keberagaman, DPN PERDESA membawa visi:

"Mewujudkan pemuda desa Indonesia yang bersatu, berdaya, mandiri, dan inovatif sebagai penggerak kemajuan desa dan bangsa.”

DPN PERDESA berharap konsolidasi ini menjadi awal dari sebuah gerakan nasional yang mampu mempertemukan berbagai potensi pemuda desa, memperkuat kolaborasi lintas organisasi, lintas profesi dan lintas daerah, serta menghadirkan gagasan-gagasan baru untuk menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan *ekonomi, sosial, budaya, dan inovasi Indonesia.*

Penulis
: Redaksi
Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Berita

MIMBAR REFLEKSI GERAKAN 30 SEPTEMBER

Berita

REFLEKSI GERAKAN 30 SEPTEMBER MIMBAR GMKI CABANG MEDAN.

Berita

Forum Senior GMKI Medan Sejabodetabek Resmi Dilantik, Nenny Triana Purba Dorong Kolaborasi Lintas Generasi

Berita

PEMBUBARAN IBADAH DAN ANCAMAN SENJATA TAJAM, PP GMKI: TANGKAP DAN TINDAK TEGAS SECARA HUKUM

Berita

PEMBUBARAN IBADAH DAN ANCAMAN SENJATA TAJAM, PP GMKI: TANGKAP DAN TINDAK TEGAS SECARA HUKUM

Berita

Penembakan Kader GMKI oleh KKB, GMKI : Usut Tuntas, Tindak Tegas Pelaku dan Dorong Solusi Damai Konflik Papua