Himpun Tokoh Lintas Suku, Partai, dan Agama Diskusi Cegah Intoleransi, RE Nainggolan Bangun Komunikasi Politik yang Cerdas

Redaksi
Foto: Jonson Rajagukguk
Tokoh Masyarakat Sumut Dr RE Nainggolan, MM diabadikan bersama dengan Grace Natalie setelah selesai diskusi tentang Masa Depan Demokrasi di Kantor Jurnal Pemerintahan, Sabtu (1/12/2022)

Pertemuan salah seorang tokoh milenial yang sangat peduli dengan perjuangan keberagaman (pluralisme) dan kesetaraan bangsa serta menentang keras gerakan intoleran dan politik identitas yang ada di negara ini, Grace Natalie, dengan tokoh lintas suku, agama, dan partai di kantorJurnal PemerintahanKapten Muslim yang dikoordinasikan oleh Dr RE Nainggolan, MM adalah bagian dari pendidikan politik dan komunikasi politik cerdas yang memberikan literasi keberagaman betapa gerakan intoleran dan politik identitas adalah musuh bersama.

Hal itu dikatakan oleh analis politik yang juga dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas HKBP Nommensen Medan, Drs Maringan Panjaitan, MSi saat Jurnal Pemerintahan meminta pendapat lulusan S2 Ilmu Politik UGM Yogyakarta ini tentang diskusi lintas tokoh masyarakat, agama, partai baru-baru ini di kantorJurnal Pemerintahandengan topik kebangsaan, pluralisme, dan politik identitas serta masa depan demokrasi Indonesia, Sabtu (3/12/2022).

“Kita memberikan apresiasi khusus dan tinggi buat Pak RE Nainggolan yang saat ini terus mendorong bagaimana supaya pendidikan politik terus bisa jalan dengan kegiatan seperti diskusi sederhana tetapi penuh manfaat dan gaungnya sangat besar. Apa yang dilakukan oleh Pak RE Nainggolan dengan mengudang tokoh muda enerjik seperti Grace Natalie adalah bagian dari komunikasi dan pendidikan politik,” ujarnya.

Siapa saja harus terpanggil untuk merawat keberagaman bangsa ini. “Pak RE Ingin memberikan pesan kepada kita bahwa bukan saatnya lagi membicarakan politik identitas, tetapi politik kebangsaan dan nasionalisme yang perlu didorong agar ke depan anak-anak muda bertarung dengan ide dan kreativitas jika kelak jadi politisi,” tambahnya.

Menurutnya, kehadiran Grace Natalie diJurnal Pemerintahanjuga sangat penting dan bermanfaat banyak karena kita secara tidak langsung mendorong dan mendidik anak -anak muda untuk peduli dengan keberagaman dan mengadang gerakan intoleran yang sangat membahayakan negara.

“Apa yang dilakukan Grace Natalie sangat kita dukung untuk menjadi politisi muda dengan ide-ide yang sangat mencerahkan, terlebih fokus melawan gerakan intoleran yang merupakan penyakit bangsa yang harus dihentikan segala bentuk embrionya,” tegas Maringan yang saat ini juga menjadi Kepala Laboratorium Politik Fisipol UHN Medan.

Sementara salah seorang praktisi dan pakar hukum senior di Medan, Dr Januari Siregar, SH, MHum juga mengatakan hal yang sama. “Kita harus membangun kesepakatan bersama atau konsensus bahwa keberagaman ini harus kita rawat dan gerakan intoleran harus kita adang karena itu sangat membahayakan masa depan negara ini. Dari hasil diskusi diJurnal Pemerintahanseperti Pak RE Nainggolan dan sahabat tokoh lintas suku, agama, partai lainnya adalah sebuah diskusi yang sangat membangun,” katanya.

Ditegaskan mantan anggota DPRD Sumut ini, apa pun partai, agama, dan sukunya, semua punya tanggung jawab bersama untuk merawat keberagaman ini dan mengadang gerakan intoleransi. Dia juga memberikan apresiasi yang tinggi buat Dr RE Nainggolan, MM yang sangat peduli dengan masa depan keberagaman di negara kita sebagai sesuatu yang harus dirawat dan juga potensi yang sangat besar jika dikelola dengan baik.

Penulis
: Jonson Rgg
Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Berita

Tren Intoleransi dan Politik Identitas Harus Dihentikan

Berita

Transformasi Jurnal Pemerintahan

Berita

Selamat Datang Jurnal Pemerintahan di Tengah Ekosistem Pers