In Memoriam Prof. Dr. Bungaran Antonius Simajuntak, MA

Dr. RE Nainggolan, MM Tegaskan Kita Kehilangan Ilmuan yang Berintegritas
Redaksi
Redaksi
Prof. Dr. Bungaran Antonius Simajuntak, MA semasa hidup

Sebagai salah satu ilmuan yang membidangi Antropologi dan kajian Kebatakan, kita telah kehilangan salah satu sosok ilmuan yang sangat visioner, punya integritas, dan tidak mau kompromi dengan hal –hal yang merusak nilai –nilai akademik. Hal itu ditegaskan oleh Dr. RE Nainggolan, MM saat diminta pendapatnya mengenai Sosok Prof. Dr. Bungaran Antonius Simanjuntak, MA yang telah dipanggil Tuhan dalam keabadian, Medan (17/04/2023).

Beliau saya kenal baik dan beliau adalah teman diskusi yang sangat menarik dan punya absis keilmuan akademik yang sangat bagus, tegas Dr. RE Nainggolan, MM. Sebagai ilmuan yang sangat konsisten dalam bidangnya, beliau juga mampu memperkaya kajian –kajian kebatakan yangs anagt luar biasa. Melalui kajian –kajian Kebatakan beliau, banyak memberikan kita pencerahan dan pengetahuan yang bisa diwariskan kepada generasi muda saat ini, tegas Dr. RE Nainggolan, MM lagi.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Ketua MAP Pascasarjana UHN Medan Dr. Marlan HUtahaean, M.Si dengan mengatakan saat-saat pertemuan dan intensitas diskusi dengan Prof. BAS adalah ketika kami bersama di Lembaga Konsultansi Pendidikan Bermutu Indonesia (LKPBI). Bersama Guru Besar lainnya, beliau memiliki cita2 utk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Semoga keinginan beliau dapat terwujud di masa generasi Emas. Selamat jalan Prof. BAS. Damailah disisi Yesus Kristus tegas Dr. Marlan Hutahaean, M.Si

Sementara Jadi Pane, SPd, MM sebagai salah satu kader GMKI juga mengatakan hal yang sama bahwa sosok Prof. BAS adalah ilmuan yang sangat bagus dan punya kedekatan dengan kader GMKI. Beliau sering kami udnangs ebagai narasumber tidak pernah berhiung dnegab material, dan beliau selalu memberikan waktunya untuk mendidik kader –kader GMKI dan beliaua dalah antropolog yang sangat cerdas dan punya kajian tentang Batak yangs anagt luas. Berkat belioau banyak literarasi batak saya pahami dan itulah hasil warisan Prof. BAS, saya secara pribadi sangta kehilangan, tegas Jadi Pane, SPd, MM yang juga anggota Yayasan UHN Medan ini lagi.

Banyak kajian dari Prof. BAS yang sangat bagus dan ini adalah kajian –kajian yang sangat bernas, tegas Jadi Pane lagi. Semua kajian itu ada dalam disertasi doktoral Prof Bas, salah satu pendiri Fakultas Ilmu Sosial dan Politik di Universitas Sumatera Utara (USU) dan Jurusan Antropologi di Fakultas Sastra USU. Disertasi berjudul Konflik Status dan Kekuasaan Orang Batak Toba itu akan terbit tahun ini, dilengkapi kajian-kajian konflik Batak terbaru.

Dalam pantauan Jurnal Peemrintahan seperti yang dilakukan gurunya, Prof Dr HJM Claesen, dari Instituut voor Cultu rele Anthropologie Rijks Universiteit, Leiden, dan Prof Soedjito Sosrodiharjo SH MA di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Prof BAS juga mengajak para murid mencintai budaya sendiri, di antaranya juga mempelajari budaya lain yang ada di Indonesia

Penulis
: Redaksi
Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Berita

RE Nainggolan: Kita Kehilangan 'Gudang Ilmu' dalam Sosok Bersihar Lubis

Berita

RE Nainggolan Gelar Silaturahmi Tahun Baru dengan Sederhana

Berita

Apresiasi YPK GBKP, Dr. Dr.RE Nainggolan, MM Tegaskah Natal Harus Meningkatkan Kualitas Iman Siswa

Berita

Berikan Tali Kasih Natal 2025 kepada Guru Sekolah Kristen dan Wartawan, Dr. RE Nainggolan Tegaskan Komitmen MPKW Sumut Aceh

Berita

Di Natal PWKI 2025 RE Nainggolan Tegaskan Harus Jadi Organisasi Solid Untuk Peningkatan Kualitas Iman Jemaat

Berita

Rakernas MPK ke-IV di Bali Dorong Transformasi Sekolah Kristen Melalui Semangat Duc in Altum