Kuliah Pakar di PPKS: 100 Mahasiswa Fakultas Pertanian Nommensen Belajar Sawit Baik

Redaksi
Redaksi
Dr. Hotden L. Nainggolan, SP, M.Si, selaku Dekan Fakultas Pertanian Universitas HKBP Nommensen Medan sedang diskusi dengan Pihak PPKS Medan baru baru ini
Medan, Sebanyak 100 Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas HKBP Nommensen Medan mengikuti kuliah pakar di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan, Kamis (17/0/2026). Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat kelapa sawit, mulai dari aspek penelitian, teknologi, pemanfaatan, hingga kontribusinya terhadap masyarakat dan perekonomian nasional.

Dalam keterangannya, Sabtu (19/9/2026) Dr. Hotden L. Nainggolan, SP, M.Si, selaku Dekan Fakultas Pertanian Universitas HKBP Nommensen Medan, menyampaikan kuliah yang dilaksanka di lapang ini berlangsung di lingkungan PPKS, Jalan Brigjen Katamso, Medan, mengangkat topik “Sawit Baik” yang diselenggarakan di Ruangan Aula PPKS. Para mahasiswa mendapatkan penejelasan langsung dari pakar sebagai narasumber dari PPKS mengenai posisi strategis kelapa sawit serta berbagai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mendukung keberlanjutan industri sawit.

Salah satu narasumber adalah Dr. Ahmad Fauzy, STP., M.Si., Peneliti Madya PPKS yang memiliki kepakaran di bidang agronomi dan budidaya kelapa sawit, menyampaikan materi mengenai konsep Sawit Baik, termasuk bagaimana kelapa sawit perlu dipahami tidak hanya sebagai komoditas perkebunan, tetapi juga sebagai bagian dari aset strategis yang memiliki keterkaitan dengan kehidupan masyarakat dan perekonomian nasional.

Melalui pemaparannya, Dr. Ahmad Fauzy menyampaikan, “ mahasiswa harus mampu melihat kelapa sawit secara lebih utuh, berdasarkan pengetahuan dan informasi yang bersumber dari riset. Sawit tidak hanya dilihat dari aspek budidaya, tetapi juga dari sisi ekonomi, pemanfaatan produk dan turunannya, serta kontribusinya terhadap kehidupan masyarakat. Program edukasi ini merupakan promosi dan edukasi Sawit Baik yang dikembangkan pemerintah untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai kelapa sawit” tuturnya.

Sejumlah mahasiswa mengajukan pertanyaan kepada narasumber, terutama mengenai perkembangan industri kelapa sawit, manfaat sawit bagi masyarakat, teknologi perkebunan, serta bagaimana mahasiswa pertanian dapat mengambil peran dalam sektor sawit. Diskusi berlangsung dinamis karena mahasiswa tidak hanya menerima materi secara satu arah, tetapi juga diberikan kesempatan untuk mengklarifikasi berbagai persoalan yang mereka temui dalam proses pembelajaran di kampus.

Salah satu Mahasiswa yang ikut dalam kuliah pakar tersebut menyampaikan, “pengalaman belajar langsung di lembaga penelitian memberikan perspektif berbeda dibandingkan pembelajaran yang hanya berlangsung di ruang kelas. Kami dapat melihat bahwa pengembangan sektor pertanian membutuhkan keterhubungan antara ilmu pengetahuan, penelitian, teknologi, sumber daya manusia, industri, dan kebutuhan masyarakat” tuturnya.

Mahasiswa Kunjungi Gerai dan Laboratorium PPKS

Setelah mengikuti sesi kuliah pakar dan diskusi, mahasiswa kemudian mengikuti kunjungan lapang ke sejumlah fasilitas PPKS. Kunjungan dilakukan ke Gerai PPKS dan laboratorium PPKS. Mahasiswa juga mendapatkan penjelasan secara langsung mengenai berbagai produk, layanan, teknologi, dan aktivitas penelitian yang dikembangkan PPKS. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat secara lebih dekat bagaimana hasil penelitian dapat dikembangkan menjadi teknologi, produk, maupun layanan yang mendukung sektor kelapa sawit.

PPKS sendiri menyatakan bahwa lembaga tersebut memiliki visi menjadi lembaga penelitian bertaraf internasional dan center of excellence bagi perkelapasawitan nasional. PPKS juga memiliki berbagai fasilitas penelitian dan laboratorium serta membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengikuti magang, kuliah lapang, field trip, dan kegiatan edukasi lainnya.

Dekan: Pembelajaran Harus Dekat dengan Dunia Nyata

Pada kesempatan yang sama Dekan Fakultas Pertanian Universitas HKBP Nommensen Medan Dr. Hotden L. Nainggolan, SP., M.Si., mengatakan kuliah pakar yang dilaksanakan di PPKS, Jln. Brigjen Katamso Medan merupakan bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa pertanian. Mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman belajar yang menghubungkan teori di kampus dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan praktik di lapangan.

"Kuliah pakar yang dilaksanakan dilapangan seperti ini tentu sangat bagus. Mahasiswa dapat belajar langsung dari lembaga penelitian, melihat fasilitas dan laboratorium, serta memahami bagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi diterapkan dalam pengembangan kelapa sawit. Kami tentu sangat mendukung kegiatan edukasi seperti Sawit Baik yang dilaksankan PPKS sehingga memberikan pemahaman kepada mahasiswa dan masyarakat umum berdasarkan pengetahuan dan riset," ujar Dr. Hotden L. Nainggolan, SP, M.Si.

“Fakultas Pertanian Universitas HKBP Nommensen Medan akan terus mendorong kegiatan pembelajaran di luar kampus sebagai bagian dari upaya membangun kampus berdampak. Mahasiswa tidak cukup hanya belajar teori. Mereka harus melihat dunia nyata, berdiskusi dengan para peneliti dan praktisi, serta memahami persoalan pertanian secara langsung” ujar Dekan Fakultas Pertanian Nommensen Medan.

Dip

Penulis
: Redaksi
Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Berita

Dekan Pertanian Nommensen Medan Dr. Hotden L. Nainggolan, SP, M,Si Jajaki Kolaborasi Riset dan Pendidikan dengan PPKS Medan

Berita

Dukung Pembangunan Pertanian Toba, Fakultas Pertanian UHN Medan Terjunkan Mahasiswa Praktik Kerja Lapangan

Berita

Gandeng Pemkab Toba dan Penyuluh Pertanian Kementan, Fakultas Pertanian Nommensen Matangkan Kompetensi Mahasiswa Peserta PKL

Berita

Perkuat Kompetensi Mahasiswa, Fakultas Pertanian Nommensen Gelar Pembekalan Peserta PKL Bersama Pemkab Toba dan Praktisi Pertanian.

Berita

Media Sosial Jadi Ruang Komunikasi Ilmiah: Fakultas Pertanian Nommensen Medan Umumkan Pemenang Lomba Poster Dies Natalis Ke-42

Berita

Fakultas Pertanian Nommensen Sebagai Tim Pembahas Dalam Desk Musrenbang RKPD Deli Serdang 2027