Mengenal Pura Mangkunegaran, Tempat Resepsi Pernikahan Kaesang dan Erina

Liputan Langsung Jurnal Pemerintahan di Solo
Redaksi
Foto: Istimewa
Bagian depan bangunan utama di Pura Mangkunegaran.

Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo menggelar pernikahan dengan Erina Gudodo hari Minggu ini (11/12/2022) di Pura Mangkunegaran, Solo. Ini bukan kompleks bangunan biasa. Berikut sejumlah fakta tentang bangunan bersejarah yang kini juga banyak dikunjungi sebagai obyek wisata.

Pura Mangkunegaran merupakan istana yang menjadi kediaman para raja atau adipati Mangkunegaran. Istana ini dibangun oleh Raden Mas Said atau Pangeran Sambernyawa. Ia adalah pendiri Mangkunegaran yang bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara I.

Pura Mangkunegaran berlokasi dekat dengan Stasiun Solo Balapan atau hanya 2 kilometer. Lokasi tepatnya ada di Jalan Ranggawarsita Desa dan Kecamatan Keraton, Kota Surakarta.

Dulu Mangkunegaran merupakan Kadipaten yang berposisi di bawah Kasunanan dan Kasultanan. Pada tahun 1757-1946, Mangkuengaran merupakan kerajaan otonom dengan wilayah yang sangat luas dan bahkan memiliki tentara sendiri yang independen dari Kasunanan. Namun, meletusnya revolusi sosial di Surakarta pada 1945-1946 mengakibatkan Mangkunegaran kehilangan kedaulatannya. Kendati demikian, Mangkunegara dan Puro Mangkunegara masih menjalankan fungsi sebagai penjaga budaya hingga kini.

Kompleks Pura Mangkunegaran menghadap ke arah selatan dan dibagi menjadi tiga halaman.

Halaman pertama di sebelah selatan berupa Pamedan atau lapangan berdenah empat persegi panjang dan membujur dari barat ke timur. Area ini mencakup beberapa bangunan, termasuk Kavaleri Artileri, serta Mandrasasana dan Langenpraja.

Sementara pada halaman kedua terdapat Pendopo berbentuk joglo. Halaman ini bisa dilewati melalui pintu gerbang kedua yang ada di sisi barat dan timur. Adapun halaman ketiga berupa kebun yang luas bernama Ujung Puri.

Kompleks Pura Mangkunegaran memiliki sejumlah area untuk dikunjungi para wisatawan. Salah satunya museum yang menyimpan benda-benda bersejarah milik Pura Mangkunegaran yang dikumpulkan sejak tahun 1926. Museum ini bisa dikunjungi setiap harinya dengan harga tiket Rp 20.000 per orang untuk wisatawan domestik dan Rp 40.000 untuk wisatawan mancanegara.

Di sana, pengunjung bisa mengelilingi bangunan utama dan mempelajari informasi sejarah di masing-masing lokasi. Ada pula perpustakaan Rekso Pustoko yang menyimpan koleksi buku, naskah kuno, foto, dan arsip, dengan total koleksi mencapai lebih dari 6.000 judul. Di sana, wisatawan juga bisa menggelar Royal Dinner dan merasakan sensasi jamuan makan malam ala kerajaan Jawa dengan nuansa klasik yang kental.

Pura Mangkunegaran tengah direvitalisasi dilakukan sebagai kerja sama Pemerintah Kota Surakarta dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah.

Dikutip dari situs Pemerintah Kota Surakarta, area yang direvitalisasi terutama Taman Pracimasno yang merupakan bekas Lapangan Tenis Mangkunegaran. Nama "Taman Pracima" atau "Pracima Tuin" artinya taman yang terletak di area barat, sesuai lokasinya yang ada di barat Pura Mangkunegaran. Revitalisasi ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pengembangan kebudayaan Jawa, khususnya Mangkunegaran.

Taman Pracima dan bangunan-bangunan di dalamnya bakal dijadikan wadah pengembangan kesenian, kolaborasi budaya, pemberdayaan UMKM, serta tempat kulineran, sehingga lebih nyaman digunakan sebagai ruang publik.

Penulis
: Redaksi
Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Berita

Menerima Hasil Pemilu adalah Tanda Kesiapan Berdemokrasi

Berita

Siap Dukung Prabowo Gibran, 45 Organ Relawan 'Tegak Lurus Jokowi' Sumut Rapatkan Barisan

Berita

Kaesang ke PSI Sudah Restu Jokowi

Berita

Tokoh Masyarakat dan Panitia Berharap Presiden Tetapkan Sabam Sirait Sebagai Pahlawan Nasional

Berita

Presiden Jokowi: Jangan Mengulang Sejarah Ekspor Bahan Mentah

Berita

Jelang Iduladha, Presiden Tinjau Sejumlah Pasar di Kabupaten Bogor