Dihadapan para penguji yang terdiri dari Dr.Ir. Tulus Burhanuddin Sitorus ST.,MT.,IPM ,Dr.Eng.Ir. Taufiq Bin Nur. ST.,M.Eng.Sc.,IPM, Prof. Dr. Ir. Farel H Napitupulu,.DEA, Prof. Dr. Eng. Ir. Himsar Ambarita ST.,MT, Prof. Dr. Ir. Ilmi Abdullah, M.Sc, dan Ahmad Fudholi,.M.Sc,.P.hD (Penguji Luar BRIN Jakarta.) dan pimpinan sidang WR –I USU Dr. eddy Iksan, SH, MH, Parulian Siagian yang juga dosen Tetap Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas HKBP Nommensen Medan (UHN) Medan berhasil mempertahankan disertasinya dengan judul “Sistem pengering energi surya dengan konveksi paksa untuk mendapatkan kecepatan pengeringan dan suhu pengeringan yang diharapkan untuk mendapatkan kualitas pengeringan Biji kopi yang bermutu” di Ruang Senat Gedung BIPA, USU, Medan (22/01/2024).
Dalam presentasinya Parulian Siagian mengatakan bahwa Kecepatan aliran udara pengeringan mempunyai peranan yang sangat besar dalam laju pengering pada komuditi pertanian seperti kopi. Kecepatan aliran udara yang tinggi terbukti meningkatkan laju pengeringan kopi terlihat pada penurunan kadar air lebih cepat dari pada kecepatan aliran udara yang lebih rendah. Laju pengeringan yang tinggi merupakan salah satu faktor yang meningkatan kualitas dan mutu kopi, tetapi belum diketahui apakah berpengaruh terhadap mutu dari kopi tersebut yang terlihat dari karbohidrat, protein, asam lemak bebas serta kadar air. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kecepatan aliran udara yang masuk ke pengering tenaga surya secara terpaksa terhadap mutu kopi, tegas Parulian Siagian lagi
Bahkan Parulian Siagian menambahkan bahwa Metode penelitian dilakukan dengan pengujian tidak langsung dengan merancang kolektor surya serta kotak pengering sebanyak 5 unit. Pengujian dilakukan selama 3 hari hingga kadar air biji kopi 12-13%. Perlakuan variasi kecepatan udara pengering yaitu : 1,0 m/s; 1,5 m/s; 2,0 m/s; 2,5 m/s; dan 3,0 m/s dengan massa awal biji kopi adalah 1500 gram serta kadar air 65%. Hasil pengujian menunjukkan dari 5 alat pengering bahwa pada alat 1 (BD1) dengan kecepatan udara 1,0 m/s, massa akhir biji kopi = 732,249 gram, alat 2 (BD2) dengan kecepatan udara 1,5 m/s massa akhir biji kopi = 774. 70 gram, BD3 kecepatan udara 2,0 m/s massa akhir = 855,10 gram, alat 4 (BD4) dengan kecepatan udara 2,50 m/s massa akhir biji kopi = 745,79 dan BD5 massa akhir biji kopi = 786,40 gram. Kadar air akhir (MC) pada pengering : MC-BD1 = 12%, MC-BD2 = 13,6%, MC-BD3 = 18,5%, MC-BD4 = 12,9% dan MC-BD5 = 15,2%. Kandungan protein pada BD1 = 11,7%, BD2 = 12,2%, BD3=11,5%, BD4=11,6% dan BD5=11,3%. Karbohidrat BD2= 22,8% Kandungan Asam Lemak Bebas (ALB) BD2= 0,05%, kata Parulian Siagian lagi.
Di akhir presentasinya dihadapan para penguji Parulian Siagian menegaskan bahwa Dalam penelitian ini didapatkan biji kopi yang berkualitas dengan kadar air 12% adalah yang dihasilkan pengering 1 atau BD1 Waktu yang dibutuhkan untuk mengeringkan 27 jam dengan suhu 41,10C dan efisiensi kolektor pengering 46% .
Rektor UHN Medan Dr. Richard AM Napitupulu, ST, MT mengatakan sangat bangga dengan capaian ini dan di Prodi Teknik Mesin tambah lagi staf dosen pengajar dengan gelar S3 dan sangat kita harapkan SDM dosen bisa lebih baik dan segera menyusul lagi kedepannya tenaga pengajar S3 di Lingkungan UHN Medan.
Saat sidang terbuka nampak hadir Istri Dr. Tiur Gultom, M.Si, Ibu tercinta Boru Panjaitan, ketiga anak Parulian Siagian. Hadir juga pengurus yayasan UHN Medan Dr. Chandra Situmeang, MSM, Dr. Janner Simarmata,, M.Kom, WR I UHN Dr. Jadongan Sijabat, SE, M.Si, Libianko Sianturi, ST, MT, Siwan Peranginangin, ST, MT, dan undangan lainnya.