Perayaan NatalNasional 2025 mengusung prinsip "Sederhana, Berdampak, dan Bermanfaat bagi misi kemanusiaan". Prinsip ini menekankan bahwa perayaan Natal bukan hanya sekadar ritual keagamaan, melainkan sebuah ekspresi nyata dari kasih yang berdampak dan keadilan sosial dan juga perhatian khusus pada misi kemanusiaan global, termasuk solidaritas kepada saudara-saudara kita di Palestina.
Kepemimpinan Panitia NatalNasional yang berpengalaman
untuk mewujudkan arahan dari Bapak Presiden yang diketuai oleh Bapak Maruarar Sirait (Menteri PKP). Beliau didampingi oleh Bapak Simon Aloysius Mantiri sebagai Bendahara Umum dan Bapak Raymond Simamora sebagai Sekretaris Umum serta struktur Panitia lainya. Struktur kepemimpinan ini akan mengarahkan seluruh rangkaian acara dengan pemahaman mendalam akan nilai-nilai Kebangsaan, Keagamaan dan Kebhinekaan, sehingga memberikan dampak positif seluas-luasnya bagi masyarakat Indonesia.
Puncak acara perayaan NatalNasional ini akan berlangsung pada 5 Januari 2026. Arahan dari Bapak Presiden, Perayaan natal di awal tahun memberikan makna kelanjutan, bahwa harapan dan terang Natal tidak berakhir, tetapi justru menjadi semangat baru untuk membangun bangsa di awal tahun. Lokasi yang strategis dan jadwal yang kondusif diharapkan dapat mendorong partisipasi luas dari seluruh lapisan masyarakat.
"Pemberdayaan UMKM sebagai Bentuk Dampak Nyata Bagi Ekonomi Rakyat"
Salah satu wujud nyata dari prinsip"Berdampak" adalah dengan memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai penyedia utama konsumsi acara. Ratusan UMKM akan dilibatkan, sehingga perayaan Natal tidak hanya bermakna spiritual, tetapi juga secara langsung turut menggerakkan ekonomi kerakyatan dan memperkuat komunitas lokal.
"Aksi Sosial sebagai Wujud Kasih Natal"
Sebagai wujud konkret kepedulian, Panitia akan menyelenggarakan "Aksi Sosial Natal" yang menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Rangkaian program aksi sosial ini meliputi: Layanan kesehatan gratis, Pemberian beasiswa, bantuan pembangunan atau renovasi gereja termasuk fasilitas ibadah seperti rumah pendeta.
Melalui ini, Natal diwujudkan sebagai momentum berbagi kasih yang inklusif dan membangun.
"Tema Natal dan Refleksi tentang Keluarga"
Perayaan ini mengangkat tema yang ditetapkan oleh PGI dan KWI: "Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga". Keluarga dipandang sebagai gereja terkecil di mana kasih Kristus dihidupi. Untuk merefleksikan tema ini, Panitia akan menyelenggarakan Seminar Natal yang fokus membahas isu-isu praktis keluarga, seperti pengasuhan anak, relasi suami-istri, kesehatan mental dan ketahanan ekonomi keluarga. Seminar ini dirancang untuk memberikan wawasan baik praktis maupun rohani guna membina keluarga yang sehat, tangguh, dan penuh kasih. Serta acara Natal ini akan dimeriahkan oleh anak-anak sekolah minggu dan koster.
"Diseminasi melalui Siaran Langsung Acara Natal Nasional"
Guna menjangkau seluruh lapisan masyarakat Indonesia, perayaan puncak akan disiarkan langsung oleh tiga stasiun televisi nasional, yaitu Kompas TV, Metro TV dan Garuda TV, serta melalui kanal media sosial resmi. Siaran langsung ini memastikan pesan damai dan sukacita Natal dapat dirayakan oleh seluruh masyarakat, sekaligus menjadi sarana keterlibatan masyarakat dari berbagai daerah dan bisa berinteraksi menyapa Bapak Presiden.
"Fondasi Spiritual: Tim Doa"
Di balik kesuksesan sebuah acara besar, terdapat persiapan spiritual yang mantap. Oleh karena itu, telah dibentuk Tim Doa yang terdiri dari 50 orang. Tim ini mengadakan doa bersama setiap hari Selasa pukul 15.00 WIB sebagai persiapan rohani menuju puncak perayaan natal tahun 2025.
Keberadaan Tim Doa menegaskan, bahwa acara ini bukan hanya seremonial sosial, melainkan sebuah perjumpaan yang menghidupkan nilai-nilai iman, kebangsaan dan kemanusiaan.
“Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.”
(Yesaya 9:6)