Universitas Negeri Medan (UNIMED) kembali menunjukkan perannya sebagai motor penggerak transformasi pendidikan di Sumatera Utara. Melalui program pengabdian kepada masyarakat, Tim Dosen UNIMED menyelenggarakan pelatihan intensif bagi guru-guru di Kabupaten Karo untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi.
Bertempat di SMA Methodist Berastagi, pelatihan yang digelar Sabtu (17/5) ini diikuti 40 guru lintas bidang studi. Mereka dibekali keterampilan membuat modul digital interaktif dengan memanfaatkan platform seperti Canva dan Heyzine Flipbook. Pelatihan ini tidak hanya mengedepankan penguasaan teknologi, tetapi juga menekankan pentingnya kreativitas guru dalam merancang pembelajaran yang menarik dan relevan dengan karakter peserta didik masa kini.
Ketua pelaksana kegiatan, Dr. Juniastel Rajagukguk, M.Si, yang juga menjadi narasumber utama, menegaskan pentingnya penguasaan media pembelajaran digital di era pendidikan 5.0. “Teknologi bukan sekadar alat bantu, tetapi kunci untuk menciptakan pembelajaran yang hidup, interaktif, dan mampu menggugah semangat belajar siswa,” ujarnya di hadapan peserta. Dengan semangat yang khas, ia membuka sesi pelatihan dengan pantun edukatif yang langsung mencairkan suasana.
Kepala Yayasan SMP Methodist Berastagi, Dr. Heryanto, D.Th, yang hadir membuka kegiatan, menyampaikan apresiasi atas komitmen UNIMED dalam mendampingi para guru. “Kami merasa bangga dan bersyukur atas perhatian luar biasa dari UNIMED. Pelatihan ini sangat kami butuhkan dalam menghadapi tantangan pembelajaran berbasis digital,” ujarnya.
Selain teori, pelatihan juga diisi dengan sesi praktik pembuatan media pembelajaran berbasis teknologi. Para peserta diajak merancang modul pembelajaran digital yang dilengkapi elemen multimedia—mulai dari gambar, video, hingga audio dan tautan interaktif—untuk meningkatkan keterlibatan siswa.
Turut menjadi narasumber dalam pelatihan ini adalah Drs. Juniar Hutahaean, M.Si, dan Howard Situmorang, M.Si, serta tim teknis dari UNIMED seperti Imelda Sitanggang, S.Pd, yang mendampingi workshop pembuatan modul dengan Heyzine Flipbook. Platform ini memungkinkan guru menciptakan buku digital yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja, dengan tampilan interaktif menyerupai buku fisik.
Para guru tampak antusias dan aktif terlibat dalam setiap sesi. Mereka menyambut baik kesempatan ini sebagai langkah nyata dalam meningkatkan profesionalisme dan kualitas pembelajaran. Pelatihan ini diharapkan berdampak positif langsung terhadap prestasi siswa dan mutu pendidikan di Kabupaten Karo secara menyeluruh.
Inisiatif ini merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang dijalankan UNIMED untuk membangun kapasitas pendidik di daerah. Dengan memperkuat penguasaan teknologi dalam pembelajaran, UNIMED turut berkontribusi menciptakan ekosistem pendidikan yang inovatif dan berdaya saing tinggi.