Para akademisi dan mahasiswa di Indonesia tampaknya tak akan bisa berbicara tentang teknik industri tanpa menyebut nama guru besar yang satu ini: Prof Dr Ir Sukaria Sinulingga, M. Eng. Salah satu bukunya, Pengantar Teknik Industri, menjadi bacaan wajib di mana-mana.
Pria kelahiran Batukarang, Tanah Karo, 27 Desember 1945 ini merupakan alumnus Fakultas Teknik USU Tahun 1973, dengan skripsi “Rancangan Pabrik Pengolahan Tepung Pisang di Sumatera Utara”. Setelah lulus, dia langsung mengabdi di almamaternya tersebut sebagai Kepala Laboratorium Tata Letak Pabrik. Dia memang menggenapkan pengabdian akademiknya di USU.
Pada tahun 1981, dia menyelesaikan S2 dan meraih gelar Master of Enginering dari Asian Institute of Technology, Bangkok, Thailand, dengan tesis “The Application of Material Requirements Planning in Food Manufacturing Industry.” Berikutnya, pada tahun 1989 dia menyelesaikan S3 di Cranfield Institute of Technology (sekarang menjadi Cranfield University), Inggris, dengan disertasi berjudul “Real Time Manufacturing Resource Planning with Optimization of Manufacturing Capacity Utilization.”
Di USU sendiri, Sukaria yang hingga kini masih aktif di kegiatan sosial, budaya, agama, dan kemasyarakatan ini tercatat pernah mengemban berbagai tanggung jawab, seperti Ketua Unit Pengembangan Pendidikan Fakultas Teknik, Pembantu Dekan I FT, Kepala Laboratorium Sistem Produksi Teknik Industri, Koordinator Bidang Magister Teknologi, Ketua Program Magister dan Doktor Teknik Industri USU, Pembantu Rektor IV USU dari Tahun 2005 sampai 2010.
Sukaria juga dikenal sebagai akademisi yang produktif menulis buku, jurnal, dan karya ilmiah lainnya. Banyak orang juga yang telah mengakui kepiawaiannya mengajar dan membimbing para mahasiswa, termasuk di tingkat doktoral.
Setelah pensiun sebagai abdi negara di bidang pendidikan tinggi, Sukaria tetap aktif melakukan pengabdian di tengah-tengah masyarakat, termasuk di GBKP dengan serangkaian kegiatan, ceramah, dan pelatihan, termasuk menyusun Garis Besar Pelayanan (GBP). Dia juga terlibat aktif dalam Survei lokasi pemukiman model transmigrasi lokal untuk para korban erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo.