Dalam rangka memperingati hari pendidikan nasional setiap tanggal 2 Mei tentu peran seorang perempuan sangatlah penting dan dominan dalam menyukseskan pendidikan di keluarga. Kita punya pemahaman yang sama bahwa seorang perempuan Batak adalah perempuan yang sangat tangguh, punya visi misi jelas, punya spirit bekerja keras dan juga punya cita –cita yang sangat luhur bagaimana agar anak yang dilahirkannya kelak menjadi anak yang berguna di tengah keluarga, sosial, dan juga negara kita ini. Bagaimana peran perempuan dalam kultur orang Batak agar keberhasilan pendidikan keluarga bisa berjalan dengan baik tentu akan jadi topuk bahasan dalam tulisan yang sangat singkat ini.
Dalam kultur orang Batak kita mengenal istilah dainang pangittubu atau orang yang melahirkan dan tentu punya makna yang sangat dalam dan bukan hanya dalam arti melahirkan saja secara fisik, tetapi punya makna bahwa dalam kultur orang Batak keberhasilan keluarga sangat ditentukan oleh peran seorang ibu atau perempuan. Apapun akan dilakukan oleh seorang ibu agar anaknya bisa sekolah dengan baik dan punya masa depan yang sangat baik pula. Perempuan batak sangat memedomani dengan baik falsafah “anakkon hi do hamoraon di ahu” yang punya makna bahwa anak adalah segalanya dan dengan segala upaya harus dilakukan bagaimana agar anak itu punya masa depan yang lebih baik lewat akses sekolah dan juga pendidikan.
Bagaimana agar Perempuan batak bisa memainkan perannya dalam mensukseskan pendidikan anak di keluarga tentu jadi sebuah pembahasan yang sangat menarik dalam tradisi orang batak. Dalam hal inilah perempuan batak harus punya spirit yang lebih bagus dan punya visi yang jelas untuk kemajuan pendidikan anak dan juga keberhasilan keluarga juga.
Sebelumnya ahrus kita pahami apa itu konsep dasar pendidikan dan apa itu fungsi serta tujuan pendidikan sehingga kita punya komitmen yang sama untuk memajukan pendidikan keluarga khususnya dalam tradisi orang Batak. Nanang Fattah mengutip dari Dictionary of Education, menyebutkan pendidikan adalah; (a) Proses seseorang mengembangkan kemampuan, sikap, dan tingkah laku lainnya di dalam masyarakat tempat mereka hidup dan (b) Proses sosial yang terjadi pada orang yang dihadapkan pada lingkungan yang terpilih dan terkontrol, sehingga dapat memperoleh perkembangan kemampuan sosial dan kemampuan Individu yang optimal.
Sementara, Redja Mudyaharjo dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, setelah menelaah berbagai definisi pendidikan yang ada, menyampaikan rumusan definisi pendidikan sebagai berikut : Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat, dan pemerintah melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan atau latihan, yang berlangsung di sekolah dan di luar sekolah untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat memainkan peranan secara tepat dalam berbagai lingkungan hidup.
Berbicara soal pencapaian tujuan, konsep yang hampir sama juga dikemukakan Made Pidarta. Dalam uraiannya, Pidarta berpendat, manajemen pendidikan dapat diartikan sebagai aktivitas memadukan sumber-sumber pendidikan agar terpusat dalam usaha mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya. Pada tataran praktis, Hadi Satyagraha mengungkapkan, manajer pendidikan selaku penanggungjawab aktivitas manajemen, mempunyai tugas mengkoordinasikan sumber daya yang dipunyainya seperti guru, sarana, dan prasarana sekolah (perpustakaan, laboratorium, dsb) untuk mencapai sasaran dari lembaga pendidikan.
Terlepas daripada itu, agar keberhasilan pendidikan anak sebagai sebuah permenuangan khusus bisa terwujud dengan baik ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh perempuna Batak. Pertama, membangun pola hidup sederhana dan berbasis kebutuhan dengan tujuan agar biaya pendidikan anak bisa terwujud dengan baik. Melalui pola menabung dengan tujuan untuk biaya pendidikan sangat dianjurkan agar pendidikan anak bisa terwujud dengan baik demi masa depan si anak. Seorang perempuan batak yang punya pola hidup sederhana dan apa adanya dengan tujuan mengutamakan biaya sekolah adalah hal yang sangat mulia.
Kedua, Menambah penghasilan dari sektor tetap dengan fokus untuk biaya pendidikan dengan berbagai terobosan dan inovasi yang bisa menambah pendapatan perempuan batak. Melalui gerakan yang sangat inovatif untuk menghasilkan tambahan penghasilan seperti kerja keras mulai dari jualan online misalnya, buka salon, buka warung, buka jualan kue buatan rumah tangga dan juga yang lainnya yang bisa untuk menambah penghasilan dalam rangka mencukupi biaya pendidikan. Artinya hidup hemat dan inovatif dalam mendorong kebehaslan pendidika anak sangatlah penting bagi perempuan Batak.
Penutup
Ingat, perempuna Batak punya tanggung jawab dalam memajukan pendidikan anak. Harus ada sebuah upaya dan gerakan untuk itu dengan cara apapun karena anak adalah maa depan bangsa yangs angat berharga. Selamat merayakan hari pendidikan nasional 2 Mei 2023. Disi lain memang Perempuan Batak adalah kaum yang punya peran penting dalam menopang ekonomi keluarga yang bagus. Harapan ini bisa terealisasi jika kaum perempuan Batak itu punya kemauan yang baik dan keinginan serta motivasi untuk membangun dirinya. Jangan pernah malu mengerjakan apapun itu asalkan itu halal, baik dan benar untuk menopang ekonomi keluarga sehingga anak bisa mengecap pendidikan yang lebih baik untuk masa depan anak dan juga masa depan bangsa ini. Ayo perempuan Batak Indonesia kita bisa melakukan yang terbaik untuk pendidikan anak.
Penulis adalah; Ketua Umum Perempuan Batak Indonesia (PBI)